Sherly baru pindah ke rumah baru, ia datang ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh seorang nenek.
Sherly : “Nek, kenalkan saya tetangga baru nenek, nama saya Sherly”.
Nenek : “Oh, silahkan duduk … silahkan duduk.”
Saat lagi ngobrol, di meja ada 1 toples kacang mete
Sherly : “Wah nek, boleh saya cicipi kacang mete-nya?”
Nenek : “Oh … Iya … Iya … boleh … boleh … boleh …”
Saking enaknya kacang mete tersebut, sampai habis satu toples.
Sherly : “Wah … maaf nek, kacang mete-nya sampai habis nih …”
Nenek : “Oh, ndak apa-apa cu, nenek juga ndak bisa makan, gigi nenek ndak kuat gigit … syukur deh sekarang habis soalnya dari dulu nenek kumpulin.”
Sherly : “Ooohhh … bikin sendiri nek?”
Nenek : “Ndak koq … dari coklat SilverQueen … nenek emut-emut sampai bersih.”
Senin, 29 November 2010
tidak semua kata-kata baik mempunyai tujuan baik
Alkisah, Ani adalah seorang menantu yg tidak pernah akur dengan mertuanya.
Setiap kali bertengkar, Ani selalu berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Sang Beo yg ada di samping rumah sering mendengar kata-kata Ani itu dan akhirnya bisa menirunya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Tentu saja hal itu membuat Bambang, suami Ani sangat malu. Bambang ingin agar sang beo mengucapkan kata-kata yg baik saja, dan melupakan kata-kata yang tidak pantas itu.
Dia lalu menitipkan sang beo kepada Pastor dan diletakkan di taman samping gereja.
Tiga bulan telah berlalu. Bambang yakin, sang beo yg sehari-harinya berada di lingkungan gereja, telah bisa mengucapkan kata-kata yg baik, lalu membawanya pulang.
Seperti biasa, konflik antara Ani dengan mertuanya terjadi lagi, lalu Ani berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Sang beo dengan spontan menjawab, “KABULKANLAH DOA KAMI, YA TUHAN”
Setiap kali bertengkar, Ani selalu berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Sang Beo yg ada di samping rumah sering mendengar kata-kata Ani itu dan akhirnya bisa menirunya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Tentu saja hal itu membuat Bambang, suami Ani sangat malu. Bambang ingin agar sang beo mengucapkan kata-kata yg baik saja, dan melupakan kata-kata yang tidak pantas itu.
Dia lalu menitipkan sang beo kepada Pastor dan diletakkan di taman samping gereja.
Tiga bulan telah berlalu. Bambang yakin, sang beo yg sehari-harinya berada di lingkungan gereja, telah bisa mengucapkan kata-kata yg baik, lalu membawanya pulang.
Seperti biasa, konflik antara Ani dengan mertuanya terjadi lagi, lalu Ani berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja!”
Sang beo dengan spontan menjawab, “KABULKANLAH DOA KAMI, YA TUHAN”
edward jenner pengembang vaksin cacar
Siapa yang sudi berantakan mukanya kena cacar? Tidak ada. Dokter Inggris Edward Jenner adalah orang yang mengembangkan dan mempopulerkan teknik vaksinasi untuk mencegah penyakit yang menyeramkan itu.
Berterima kasihlah kita kepada Jenner karena penyakit cacar praktis sudah tersapu dari muka bumi sehingga jarang lagi orang membayangkan betapa menakutkannya penyakit itu di abad lampau. Cacar begitu gampang menjalar sehingga bagian besar orang Eropa kena penyakit ini dalam masa hidupnya. Bukan saja mengerikan tetapi juga membunuh, sehingga antara 10-20 persen yang kehinggapan penyakit ini melayang ke alam baka. Dan bagi mereka yang nasib baik bisa bertahan hidup, kacau-balaulah wajah mukanya, bolong-bolong seperti parutan, seumur-umur. Cacar tidak cuma terbatas di Eropa tentu saja, tetapi melanda seluruh Amerika Utara, India, Cina dan hampir semua bagian dunia. Di mana-mana, anak-anaklah yang sering jadi korban penyakit ini.
Bertahun-tahun usaha sudah ditempuh orang bagaimana menemukan cara yang dapat diandalkan mencegah penyakit cacar. Sudahlah lama diketahui, barangsiapa mampu bertahan hidup dari serangan cacar, sesudah itu malahan jadi kebal dan tidak bakalan lagi tersiksa penyakit itu untuk yang kedua kalinya. Di daerah Timur, pengamatan ini sudah dijelmakan dalam praktek menginjeksi serum ke dalam tubuh orang sehat dengan sesuatu yang diambil dari tubuh penderita cacar ringan, dan sesudah sembuh dia akan kebal.
Praktek ini diperkenalkan di Inggris di awal abad ke-18 oleh Lady Mary Wotley Montagu, dan sudah dikenal lama bertahun-tahun sebelum Jenner. Dan Jenner sendiri sebenarnya sudah disuntik macam itu tatkala umurnya sembilan tahun. Tetapi, cara pencegahan seada-adanya ini bisa bawa akibat gawat; sejumlah orang yang begitu disuntik bukannya kena cacar enteng malah cacar sungguhan sehingga hancur-leburlah kulit mukanya. Nyatanya sekitar dua persen pada saat sesudah suntikan itu, segera kena serangan cacar yang fatal! Jelas, cara yang lebih sempurna amat diperlukan.
Jenner dilahirkan tahun 1749, di kota kecil Berkeley di Cloucestershire, Inggris. Selaku bocah berumur dua belas tahun dia sudah magang jadi ahli bedah. Kemudian dia belajar anatomi dan bekerja di rumah sakit. Tahun 1792 dia peroleh ijazah dokter dari Universitas St. Andrew. Di usia pertengahan empat puluhan dia sudah jadi dokter yang berbobot dan ahli bedah di Goncestershire.
Jenner sudah terbiasa dengan kepercayaan – yang umum dianut oleh para petani dan wanita pemerah susu di daerahnya – bahwa orang yang kehinggapan penyakit “cacar sapi” semacam penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia, tak akan pernah tertimpa penyakit cacar. (“cacar sapi” itu sendiri tidak berbahaya, meskipun gejala-gejalanya mirip dengan cacar biasa). Jenner menyadari, bilamana kepercayaan para petani itu mengandung kebenaran, maka menyuntikkan “cacar sapi” ke tubuh manusia akan merupakan cara yang aman untuk membuat mereka kebal terhadap cacar. Dia pelajari dengan seksama masalah ini, dan menjelang tahun 1796 dia betul-betul yakin bahwa kepercayaan para petani itu memang ternyata tidak meleset. Maka Jenner memutuskan mencobanya secara langsung.
Di bulan Mei 1796 Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dengan sesuatu yang diambil dari bintik penyakit “cacar sapi” yang ada di tangan seorang pemerah susu. Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil itu kehinggapan “cacar sapi” tetapi segera sembuh. Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps serum cacar. Dan sebagaimana diharapkan pada bocah itu tak tampak tanda-tanda penyakit.
Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku itulah yang jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum dan berkembang luas. Sesudah itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi, dan bertahun-tahun dia mengabdikan waktunya menyebarluaskan pengetahuan tentang tekniknya dan kerja keras agar dapat diterima orang.
Praktek vaksinasi berkembang cepat di Inggris, kemudian menjadi hal yang diharuskan dalam kalangan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Inggris. Dan berbarengan dengan itu diterima pula oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia.
Jenner dengan cuma-cuma mempersembahkan tekniknya kepada dunia dan tak berusaha sedikit pun peroleh keuntungan uang dari itu. Tetapi, di tahun 1802 parlemen Inggris sebagai tanda terimakasih dan penghargaan menghadiahkannya uang sejumlah 20.000 pond. Maka Jenner pun menjadi orang yang tennasyhur di jagad, dibanjiri rupa-rupa penghormatan dan medali. Jenner kawin dan punya tiga anak. Dia hidup hingga umur 73 tahun, meninggal dunia di awal taliun 1823 di rumahnya di kota Berkeley.
Seperti kita saksikan, Jenner menciptakan sendiri gagasan bahwa serangan penyakit “cacar sapi” dapat memberikan kekebalan terhadap cacar; dia dengar masalah itu dari orang lain. Dan juga ada bukti menunjukkan bahwa sudah ada yang melakukan vaksinasi “cacar sapi” sebelum Jenner melakukannya.
Tetapi, kendati Jenner bukanlah seorang ilmuwan orisinal yang luar biasa, tidak banyak orang yang sudah melakukan sesuatu yang begitu besar membawa manfaat bagi kemanusiaan. Melalui penyelidikan-penyelidikannya, percobaan-percobaannya, dan tulisan-tulisannya, dia salurkan dan alihkan kepercayaan rakyat awam yang tadinya tidak diperhatikan secara serius oleh dunia pengobatan, menjadi praktek baku yang telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Meskipun teknik Jenner hanya bisa dipakai untuk mencegah satu jenis penyakit, tetapi penyakit itu betul-betul penyakit yang punya bobot bahaya. Berkat hasil kerja itu dia peroleh puji dan penghormatan, baik pada masanya maupun oleh generasi sesudahnya.
Berterima kasihlah kita kepada Jenner karena penyakit cacar praktis sudah tersapu dari muka bumi sehingga jarang lagi orang membayangkan betapa menakutkannya penyakit itu di abad lampau. Cacar begitu gampang menjalar sehingga bagian besar orang Eropa kena penyakit ini dalam masa hidupnya. Bukan saja mengerikan tetapi juga membunuh, sehingga antara 10-20 persen yang kehinggapan penyakit ini melayang ke alam baka. Dan bagi mereka yang nasib baik bisa bertahan hidup, kacau-balaulah wajah mukanya, bolong-bolong seperti parutan, seumur-umur. Cacar tidak cuma terbatas di Eropa tentu saja, tetapi melanda seluruh Amerika Utara, India, Cina dan hampir semua bagian dunia. Di mana-mana, anak-anaklah yang sering jadi korban penyakit ini.
Bertahun-tahun usaha sudah ditempuh orang bagaimana menemukan cara yang dapat diandalkan mencegah penyakit cacar. Sudahlah lama diketahui, barangsiapa mampu bertahan hidup dari serangan cacar, sesudah itu malahan jadi kebal dan tidak bakalan lagi tersiksa penyakit itu untuk yang kedua kalinya. Di daerah Timur, pengamatan ini sudah dijelmakan dalam praktek menginjeksi serum ke dalam tubuh orang sehat dengan sesuatu yang diambil dari tubuh penderita cacar ringan, dan sesudah sembuh dia akan kebal.
Praktek ini diperkenalkan di Inggris di awal abad ke-18 oleh Lady Mary Wotley Montagu, dan sudah dikenal lama bertahun-tahun sebelum Jenner. Dan Jenner sendiri sebenarnya sudah disuntik macam itu tatkala umurnya sembilan tahun. Tetapi, cara pencegahan seada-adanya ini bisa bawa akibat gawat; sejumlah orang yang begitu disuntik bukannya kena cacar enteng malah cacar sungguhan sehingga hancur-leburlah kulit mukanya. Nyatanya sekitar dua persen pada saat sesudah suntikan itu, segera kena serangan cacar yang fatal! Jelas, cara yang lebih sempurna amat diperlukan.
Jenner dilahirkan tahun 1749, di kota kecil Berkeley di Cloucestershire, Inggris. Selaku bocah berumur dua belas tahun dia sudah magang jadi ahli bedah. Kemudian dia belajar anatomi dan bekerja di rumah sakit. Tahun 1792 dia peroleh ijazah dokter dari Universitas St. Andrew. Di usia pertengahan empat puluhan dia sudah jadi dokter yang berbobot dan ahli bedah di Goncestershire.
Jenner sudah terbiasa dengan kepercayaan – yang umum dianut oleh para petani dan wanita pemerah susu di daerahnya – bahwa orang yang kehinggapan penyakit “cacar sapi” semacam penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia, tak akan pernah tertimpa penyakit cacar. (“cacar sapi” itu sendiri tidak berbahaya, meskipun gejala-gejalanya mirip dengan cacar biasa). Jenner menyadari, bilamana kepercayaan para petani itu mengandung kebenaran, maka menyuntikkan “cacar sapi” ke tubuh manusia akan merupakan cara yang aman untuk membuat mereka kebal terhadap cacar. Dia pelajari dengan seksama masalah ini, dan menjelang tahun 1796 dia betul-betul yakin bahwa kepercayaan para petani itu memang ternyata tidak meleset. Maka Jenner memutuskan mencobanya secara langsung.
Di bulan Mei 1796 Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dengan sesuatu yang diambil dari bintik penyakit “cacar sapi” yang ada di tangan seorang pemerah susu. Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil itu kehinggapan “cacar sapi” tetapi segera sembuh. Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps serum cacar. Dan sebagaimana diharapkan pada bocah itu tak tampak tanda-tanda penyakit.
Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku itulah yang jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum dan berkembang luas. Sesudah itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi, dan bertahun-tahun dia mengabdikan waktunya menyebarluaskan pengetahuan tentang tekniknya dan kerja keras agar dapat diterima orang.
Praktek vaksinasi berkembang cepat di Inggris, kemudian menjadi hal yang diharuskan dalam kalangan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Inggris. Dan berbarengan dengan itu diterima pula oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia.
Jenner dengan cuma-cuma mempersembahkan tekniknya kepada dunia dan tak berusaha sedikit pun peroleh keuntungan uang dari itu. Tetapi, di tahun 1802 parlemen Inggris sebagai tanda terimakasih dan penghargaan menghadiahkannya uang sejumlah 20.000 pond. Maka Jenner pun menjadi orang yang tennasyhur di jagad, dibanjiri rupa-rupa penghormatan dan medali. Jenner kawin dan punya tiga anak. Dia hidup hingga umur 73 tahun, meninggal dunia di awal taliun 1823 di rumahnya di kota Berkeley.
Seperti kita saksikan, Jenner menciptakan sendiri gagasan bahwa serangan penyakit “cacar sapi” dapat memberikan kekebalan terhadap cacar; dia dengar masalah itu dari orang lain. Dan juga ada bukti menunjukkan bahwa sudah ada yang melakukan vaksinasi “cacar sapi” sebelum Jenner melakukannya.
Tetapi, kendati Jenner bukanlah seorang ilmuwan orisinal yang luar biasa, tidak banyak orang yang sudah melakukan sesuatu yang begitu besar membawa manfaat bagi kemanusiaan. Melalui penyelidikan-penyelidikannya, percobaan-percobaannya, dan tulisan-tulisannya, dia salurkan dan alihkan kepercayaan rakyat awam yang tadinya tidak diperhatikan secara serius oleh dunia pengobatan, menjadi praktek baku yang telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Meskipun teknik Jenner hanya bisa dipakai untuk mencegah satu jenis penyakit, tetapi penyakit itu betul-betul penyakit yang punya bobot bahaya. Berkat hasil kerja itu dia peroleh puji dan penghormatan, baik pada masanya maupun oleh generasi sesudahnya.
odol dari surga
Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?
Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA. Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari – entah sampai berapa hari-menjengkelkan hatinya amat sangat amat tidak penting bagi orang lain,tetapi sangat penting bagi dirinya.
Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik, “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu.” Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu – walau dengan bersusah payah – mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.
Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya. “Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya, “Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah!!! Tolong Pak..Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak. .!!!”
Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu. “Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!” “Tapi Pak..Sssa..”
*Brrrraaaaang !!!!*
Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan. Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.
Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata? Aku yakin ia disini tadi malam.
“Dia bilang itu buat kamu!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. “Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran. “Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi, biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, “Saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu.” Petugas pun ngeloyor pergi.
Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya. Tiba-tiba saja lutunya terasa lemas.
Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.
Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.
Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka.
Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat.”
Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA. Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari – entah sampai berapa hari-menjengkelkan hatinya amat sangat amat tidak penting bagi orang lain,tetapi sangat penting bagi dirinya.
Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik, “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu.” Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu – walau dengan bersusah payah – mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.
Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya. “Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya, “Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah!!! Tolong Pak..Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak. .!!!”
Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu. “Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!” “Tapi Pak..Sssa..”
*Brrrraaaaang !!!!*
Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan. Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.
Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata? Aku yakin ia disini tadi malam.
“Dia bilang itu buat kamu!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. “Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran. “Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi, biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, “Saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu.” Petugas pun ngeloyor pergi.
Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya. Tiba-tiba saja lutunya terasa lemas.
Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.
Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.
Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka.
Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat.”
3 kunci perkataan ajaib dalam rumah tangga
3 Kunci Perkataan Ajaib Rumah Tangga:
1. Thank you.
2. I am sorry.
3. I love you.
Satu kata yang keras dan kasar dapat membuat kuntum kebencian.
Satu kata yang dilontarkan tanpa kontrol diri dapat membuat kekacauan.
Satu kata yang tidak sopan dan tidak ramah, dapat membuat cinta menjadi hambar.
………………..Namun…………………….
Satu kata maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi pasangan kita yang mendengarnya.
Satu kata lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi pasangan kita.
Satu kata pujian dapat memberi semangat bagi pasangan kita yang mendengarnya.
………………….Jadi……………………….
Satu kata itu bisa menjadi kutuk dan bisa menjadi berkat (bagi kita dan org lain).
Renungkan kata yang kita ucapkan hari ini… Agar selalu ada 1 kata berkat buat kita semua.
1. Thank you.
2. I am sorry.
3. I love you.
Satu kata yang keras dan kasar dapat membuat kuntum kebencian.
Satu kata yang dilontarkan tanpa kontrol diri dapat membuat kekacauan.
Satu kata yang tidak sopan dan tidak ramah, dapat membuat cinta menjadi hambar.
………………..Namun…………………….
Satu kata maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi pasangan kita yang mendengarnya.
Satu kata lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi pasangan kita.
Satu kata pujian dapat memberi semangat bagi pasangan kita yang mendengarnya.
………………….Jadi……………………….
Satu kata itu bisa menjadi kutuk dan bisa menjadi berkat (bagi kita dan org lain).
Renungkan kata yang kita ucapkan hari ini… Agar selalu ada 1 kata berkat buat kita semua.
tentang diabetes
Amatilah tubuh Anda, jika kadang Anda merasa selalu haus, lebih cepat haus daripada biasanya. Dan jika Anda merasa begitu capek, seperti kurang tidur, dan mungkin Anda juga mengalami penurunan berat badan secara signifikan tanpa mengikuti program diet, ketika Anda tidur, Anda senantiasa terbangun untuk buang air kecil.
Ketika Anda menyadari hal tersebut, Anda mungkin berpikir “Ah, nanti juga hilang”. Tetapi gejala tersebut bisa saja penyakit yang berkembang dan akan menghantui Anda seumur hidup.
Anda bisa saja merupakan salah satu dari 250 juta orang di dunia yang mengidap diabetes. Bahkan satu per tiga dari penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka mengidap diabetes. Diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi jantung, gagal ginjal, amputasi dan kebutaan.
Apa itu Diabetes?
Diabetes adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin atau mempunyai kesulitan untuk menggunakan insulin secara sempurna, insulin dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa, gula yang dibutuhkan tubuh Anda sebagai energi. Jika tubuh Anda tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar, maka tubuh Anda dapat menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit gula di dalam darah.
Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi diabetes dapat dikontrol melalui diet atau pengaturan pola makan dan pengobatan. Diabetes jika dibiarkan dapat menjadi penyakit yang berbahaya dan menimbulkan berbagai macam komplikasi.
Ada dua macam diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2
Diabetes tipe 1
Diabetes jenis ini terjadi ketika tubuh Anda tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas, biasanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau sejak lahir, oleh karena itu pengobatan diabetes tipe 1 biasanya memakai suntikan insulin untuk mengkompensasi pankreas yang tidak bekerja dengan baik. Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin di dalam tubuh.
Diabetes tipe 2
Diabetes tipe dua adalah keadaan dimana pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yg cukup tetapi tidak mampu menggunakannya. Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap diabetes tipe dua dan sekitar 60.000 kasus didiagnosis setiap tahunnya.
Apa saja komplikasi yang dapat terjadi dengan diabetes
Diabetes adalah penyakit seumur hidup, jika tidak dirawat, maka kadar gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan:
Faktor resiko diabetes tipe pertama masih belum diketahui dengan jelas tetapi diabetes tipe dua disebabkan oleh banyak hal seperti:
Makanan yang Anda makan 80% akan diubah menjadi glukosa (gula) oleh tubuh, walaupun Anda jarang makan permen atau coklat, masih banyak makanan lain yang diubah menjadi gula oleh tubuh, antara lain:
Pengaturan pola makan dan olahraga. diet yang sehat dan olahraga dapat mengurangi resiko diabetes. Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan Anda, dan jangan merokok serta mengkonsumsi makanan yang manis-manis.
Ketika Anda menyadari hal tersebut, Anda mungkin berpikir “Ah, nanti juga hilang”. Tetapi gejala tersebut bisa saja penyakit yang berkembang dan akan menghantui Anda seumur hidup.
Anda bisa saja merupakan salah satu dari 250 juta orang di dunia yang mengidap diabetes. Bahkan satu per tiga dari penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka mengidap diabetes. Diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi jantung, gagal ginjal, amputasi dan kebutaan.
Apa itu Diabetes?
Diabetes adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin atau mempunyai kesulitan untuk menggunakan insulin secara sempurna, insulin dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa, gula yang dibutuhkan tubuh Anda sebagai energi. Jika tubuh Anda tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar, maka tubuh Anda dapat menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit gula di dalam darah.
Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi diabetes dapat dikontrol melalui diet atau pengaturan pola makan dan pengobatan. Diabetes jika dibiarkan dapat menjadi penyakit yang berbahaya dan menimbulkan berbagai macam komplikasi.
Ada dua macam diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2
Diabetes jenis ini terjadi ketika tubuh Anda tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas, biasanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau sejak lahir, oleh karena itu pengobatan diabetes tipe 1 biasanya memakai suntikan insulin untuk mengkompensasi pankreas yang tidak bekerja dengan baik. Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin di dalam tubuh.
Diabetes tipe 2
Apa saja komplikasi yang dapat terjadi dengan diabetes
Diabetes adalah penyakit seumur hidup, jika tidak dirawat, maka kadar gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan:
- Kebutaan
- Penyakit jantung
- Kurangnya aliran darah ke organ-organ tertentu, sehingga perlu diamputasi
- Kerusakan syaraf
- Gangguan ereksi
- Stroke
Faktor resiko diabetes tipe pertama masih belum diketahui dengan jelas tetapi diabetes tipe dua disebabkan oleh banyak hal seperti:
- Umur, Anda yang berusia 40 tahun ke atas lebih beresiko untuk terkena diabetes.
- Obesitas, berat badan berlebih, khususnya lemak perut akan meningkatkan resiko terkena diabetes.
- Gaya hidup yang terlalu pasif, duduk di kantor seharian, tidak pernah berolahraga dan kurang tidur dapat meningkatkan resiko
- Mempunyai keluarga yang mengidap diabetes
- Pola makan yang tinggi kolesterol dan tinggi lemak buruk atau lemak jenuh.
- Suku atau ras tertentu lebih mudah untuk mengidap diabetes.
Makanan yang Anda makan 80% akan diubah menjadi glukosa (gula) oleh tubuh, walaupun Anda jarang makan permen atau coklat, masih banyak makanan lain yang diubah menjadi gula oleh tubuh, antara lain:
- Nasi putih
- Segala jenis roti kecuali roti gandum utuh
- Kentang, pisang dan buah-buahan tertentu yang kadar GI-nya tinggi
- Sirup dan es krim, serta semua makanan manis lainnya
Pengaturan pola makan dan olahraga. diet yang sehat dan olahraga dapat mengurangi resiko diabetes. Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan Anda, dan jangan merokok serta mengkonsumsi makanan yang manis-manis.
mengasah kapak
Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.
Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu!” Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.
Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. “Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. “Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya. “Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.
Catatan:
Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. “Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya.” Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya. Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulai dari sekarang, pikirkanlah cara bekerja yang lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.
Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu!” Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.
Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. “Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. “Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya. “Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.
Catatan:
Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. “Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya.” Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya. Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulai dari sekarang, pikirkanlah cara bekerja yang lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)