Kamis, 24 November 2011

8.1 Manajer dan Keputusan
Sistem informasi adalah serangkaian prosedur terorganisir yang dilaksanakan untuk memberikan informasi yang mendukung pengambilan keputusan dan kontrol dalam organisasi.

Pada suatu organisasi, setiap tingkatan manajerial melakukan aktifitas yang berbeda-beda.
Para manajer pada setiap tingkat menghadapi keputusan yang berbeda.  dalam proses pengambilan keputusan di antara tingkatan menciptakan perbedaan dalam jenis sistem informasi yang diperlukan.
8.2 Pelaporan Kepada Manajemen
Pemrosesan File dan Konsep Manajemen Data
Sebuah file merupakan sekumpulan informasi yang tersimpan sedemikian rupa, hingga informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kembali apabila dibutuhkan atau untuk penggunaan selanjutnya.

Digolongkan menurut teknik penyimpanannya,
 file dapat berupa file manual dan file komputer. File manual menyimpan informasi yang dapat diperoleh kembali, dibaca dan digunakan oleh manusia.
 Sedangkan file komputer menyimpan informasi yang tidak dapat diperoleh kembali oleh manusia tanpa bantuan pemrosesan komputer.

File manual sebagian besar menggunakan filing cabinet sebagai sarana penyimpanan. Namun apapun bentuk sarana penyimpanannya, file manual menggunakan metode yang sama untuk menyusun rekaman yang ada di dalamnya.
9. pemrosesan file dan konsep manajemen dat

9.1 PEMROSESAN FILE DAN KONSEP MANAJEMEN DATA

Istilah – istilah field,unsure data ,atribut dan elemen digunakan secara bergantian untuk menyebutkan blok data terkecil yang disimpan dan digunakan dalam system informasi.
Contoh – contoh field adalah
• Nama pelanggan
• Nomor tunjangan social karyawan
• Nomor pesanan pembelian
Pengelompokan logis atas field disebut catatan (record).

9.2 Evaluasi TEKNOLOGI DATABASE
Teknologi database berkembang sejalan dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak. Selama tahun 1960-an,
 system mainframe berpengaruh terhadap dunia usaha Amerikaterutama dalam hal penyimpanan dan perkembangan pesat file data.

9.3 SISTEM MANAJEMAN DATABASE DAN SRSITEKTURNYA
Terdapat 3 tingkatan arsitektur yang relevan dengan database dan manajemen database; arsitektur tingkat konseptual, arsitektur tingkat logis, dan arsitektur tingkat fisik.

GAMBAR ARSITEKTUR DATABASE :
Isi database, Penggunaan Database
Laporan yg diinginkan, Informasi yang ingin diketahui

Struktur data logis : Pohon (sacara hirarki), Jaringan, dan
hubungan (relasional)

Metode” akses : Sekuensial, Sekuensial terindeks, dan Langsung


10. sistem pemrosesan data elektronik
10.1 sistem masukan

•Masukan sistem (input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi





10.2 Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
•Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.


Klasifikasi Sistem :

•Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
•Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
•Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
•Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).

10.3 Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem


Selasa, 17 Mei 2011

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 25

Tumis Taoge Jamur Kuping

Bahan:
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 buah bawang bombay, iris panjang
1 cm jahe, cincang halus
1/2 buah paprika hijau, potong kotak
3 lembar daun kuping, rendam, iris panjang
100 gram taoge
1 sendok teh garam
1 sendok teh kecap jamur
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh minyak wijen
1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat:
1. Tumis bawang putih, bawang bombay, jahe, dan paprika hijau sampai harum
2. Tambahkan jamur kuping dan taoge. aduk sampai layu
3. Masukan kecap jamur, garam, dan merica bubuk, masak sampai meresap. tambahkan minyak wijen. aduk rata.

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 24

Cah Sawi Pedas

Bahan:
100 gram sawi putih, potong-potong
5 batang caisim, potong-potong
5 buah bakso udang, potong-potong
2 siung bawang putih, cincang halus
2 buah cabai rawit merah, cincang halus
1/2 sendok makan kecap ikan
1/4 sendok teh garam
1/8 sendok teh merica bubuk
50 ml air
1 batang daun bawang, iris miring
1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat
1. Tumis bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah sampaiharum.tambahkan bakso udang. aduk rata
2. Masukamn sawi putih dan caisim.aduk sampai layu
3. Masukan kecap ikan, garam, dan merica bubuk. aduk rata.
4. Tuang air. masak nsampai meresap.tambahkan daun bawang. aduk rata

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 23

Sayur Gurih Labu

Bahan:
400 gram labu siam, dipotong-potong 2x2 cm
100 gram daun labu, dipotong-potong
50 gram ebi, direndam sebentar
1 batang daun bawang, dipotong 1cm
800 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan

Bumbu halus:
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit
2 butir kemiri
1 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
1. Rebus santan, daun salam, lengkuas, dan bumbu halus sampai mendidih sampai aduk
2. Tambahkan labu siam dan ebi. masak hingga lunak dan matang
3. Masukan daun dan daun bawang. aduk dan masak lagi sampai bumbu meresap

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 22

Genjer Masak Oncom Teri

Bahan:
1 papan petai, diambil isinya
100 gram teri medan
200 gram oncom, dicincang halus
200 gram genjer, dipotong-potong
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, di memarkan
1/2 sendok teh garam
3 sendok makan minyak makan untuk menumis
150 ml kaldu ayam

Bumbu halus:
3 buah cabai merah
5 buir bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri, sangrai
1 sendok teh terasi

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas hingga matang dan harum
2. Masukan teri petai. masak sampai petai layu
3. Tambahkan oncom, genjer, dan garam. aduk sampai setengah layu.
4. Tuang kaldu, kecilkan api, masak sampai semua bahan matang

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 21

Ikan Masak Keluak

Bahan:
2 ekor ikan bawal, dibersihkan
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 lembar daun jeruk purut
5 buah belimbing sayur, dipotong-potong
500 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:
2buah cabai merah
2 cm kunyit, dibakar
2 cm kencur
1/2 sendok teh jintan
2 buah keluak
1/2 sendok teh ketumbar
2 sendok teh garam

Bumbu iris:
3 butir bawan merah
2 siung bawang putih

Cara membuat:
1. Panaskan minyak lalu tumis bumbu iris, bumbu halus, daun salam,daun jeruk, dan lengkuas hingga matang
2. Masukan air dan belimbing sayur. masak sampai mendidih
3. Tambahkan ikan lalu tutup wajan.biarkan hingga bumbu meresap.

tugas tulisan (sebanyak 25) ke 20

Oseng Daun Pepaya

Bahan:
350 gram daun pepaya
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah
100 gram kelapa, dikupas lalu di parut kasar
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai merah
1 sendok teh ketumbar

Cara membuat:
1. Remas-remas dau pepaya, bersama 3 sendok makan garam sampai airnya keluar dan daun pepaya layu. cuci bersih lalu rebus hingga matang
2. Peras daun pepaya lalu iris tipis
3. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas sampai matang. masukan kelapa parut, aduk hingga bumbu merata.
4. Tambahkan daun pepaya, santan, garam, gula merah lalu masak sampai matang dan bumbu meresap.